Visi Strategik


Vision without action is a dream

Action without vision is a nightmare

Vision with action together can change the world

(Peter F. Drucker)

Mengembangkan Visi Strategik

Perumusan strategi yang efektif dimulai dengan konsep tentang apa yang harus dan harus tidak dikerjakan oleh perusahaan, serta visi tentang dimana perusahaan harus berada.  Suatu visi strategik yang dinyatakan dengan baik akan menyiapkan perusahaan untuk masa depan, kemantapan arah dalam jangka panjang serta menunjukkan kemungkinan perusahaan untuk menempati posisi tertentu dalam bisnisnya.  Perusahaan yang tidak memiliki visi tidak akan memiliki kepastian posisi bisnis apa yang harus mereka capai.

Tiga Elemen Visi Strategik

Manajer memiliki tiga tugas penting berkaitan dengan perumusan visi strategik dan membuatnya menjadi suatu set alat penentu arah yang berguna:

  1. Merumuskan pernyataan misi yang menjelaskan apa bisnis perusahaan saat ini dan menyatakan who we are, what we do and where we are now.
  2. Menggunakan misi sebagai dasar penentuan upaya jangka panjang dan membuat pilihan tentang where we are going serta menjabarkan strategic path yang akan dilalui.
  3. Mengkomunikasikan visi strategik secara jelas, menarik agar menumbuhkan komitmen anggota organisasi.

Misi: Starting Point Pemebentukan Visi Strategik

Misi merupakan jawaban perusahaan terhadap pertanyaan: What is our business; now and the future, reason for being. Istilah misi dan visi pada dasarnya bisa saling menggantikan / interchangeable (Thompson, 2003), tetapi istilah visi lebih disukai karena istilah misi cenderung lebih memperhatikan keadaan saat ini daripada isu yang lebih besar dalam jangka panjang.

Misi adalah pernyataan tentang keunikan perusahaan yang membedakan dengan perusahaan lain yang sejenis yang berada dalam industri tertentu.  Misi menjelaskan ciri produk, teknologi yang dipakai, kebutuhan yang hendak dipenuhi, pasar, karakter, jati diri dan citra perusahaan.  Misi perusahaan mencakup kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan pesaing, penyedia, karyawan dsb.

Perumusan misi tidak sesederhana yang dibayangkan orang. Coca cola misalnya, apakah harus didefinisikan berada di bisnis soft drink atau beverage? sebab masing-masing membawa konsekuensi berbeda misalnya dalam hal positioning. Pernyataan misi berperan untuk memberikan identitas khusus, penekanan bisnis dan jalur pengembangan bisnis perusahaan yang mungkin berbeda dengan yang lain.

Bisnis perusahaan didefinisikan sebagai kebutuhan apa yang ingin dipuaskan pada konsumen yang dituju dengan teknologi dan kompetensi yang digunakan dan aktivitas yang dilakukan. Spesifikasi teknologi, kompetensi dan aktivitas sangat penting untuk mendefinisikan bisnis perusahaan karena menunjukkan batas-batas dalam operasinya.  Pernyataan misi yang baik haruslah sangat personal dan unik bagi organisasi yang akan dikembangkan.

Misi organisasi dibentuk oleh 5 (lima) elemen: sejarah perusahaan, preferensi saat ini, lingkungan pasar, sumber daya organisasi dan kemampuan persaingan yang berbeda.  Pernyataan misi perusahaan perlu mendefinisikan cakupan persaingan utama misalnya: cakupan industri, cakupan pangsa pasar, cakupan vertikal dan cakupan geografis.

Misi yang efektif haruslah jelas, menantang dan memberi inspirasi. Misi harus mampu menyiapkan perusahaan untuk masa yang akan datang dan dapat dipahami di lingkungan perusahaan.  Perumusan misi harus mampu memotivasi segenap staf dan karyawan perusahaan.  Misi berperan secara signifikan dalam pencapaian tujuan perusahaan.  Misi memberikan arahan sekaligus batasan proses pencapaian tujuan perusahaan.  Pernyataan misi harus jelas dan transparan bagi semua pihak yang memiliki kepentingan dengan perusahaan. Kejelasan ini ditandai dengan spesifikasi karakter, keunggulan dan keunikan yang secara transparan  membedakan perusahaan tersebut  dengan pesaingnya.

Perusahaan perlu memutuskan perumusan misinya apakah akan dirumuskan dalam pengertian sempit atau dalam pengertian luas.  Perumusan dalam pengertian luas diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terbukanya kesempatan pasar baru yang bisa dimasuki. Sementara perumusan dalam pengertian sempit diperlukan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak akan masuk pada industri baru.

Perusahaan yang terdiversifikasi memiliki misi dan definisi bisnis yang lebih luas dibanding perusahaan yang hanya memiliki bisnis tunggal.  Times Mirror Corp. sebagai perusahaan yang terdiversifikasi misalnya, menggambarkan lingkup bisnisnya dalam terminologi yang luas dan eksplisit: “Times Mirror adalah perusahaan media dan informasi yang utamanya bergerak dibidang penerbitan surat kabar, buku, majalah dan penerbitan lain serta jaringan televisi”.

Perumusan misi merupakan suatu on going process. Salah satu tantangan dalam pengembangan misi bisnis adalah mengenali munculnya peluang dan ancaman dilingkungan bisnis perusahaan yang membuat perusahaan harus memperbaiki arah perjalanannya dalam jangka panjang.  Misi perlu diperbaharui jika manajemen menyadari ternyata muncul kesempatan dan ancaman baru dalam lingkungan bisnis dimana mereka berada atau jika ternyata perusahaan sudah tidak berada diatas misi yang dulu dirumuskannya. Hal ini merupakan tantangan bagi manajer untuk mampu membaca lingkungan dan menentukan arah yang tepat bagi bisnisnya. Pada banyak perusahaan yang sukses, mereka membutuhkan perubahan arah tidak hanya agar tetap survive tetapi agar kesuksesan mereka tetap terjaga.

Dari Misi ke Visi Strategik

Pernyataan misi menunjukkan batas-batas bisnis perusahaan, spesifikasi kebutuhan yang akan dipuaskan dan jalur strategik yang akan ditempuh.  Disisi lain visi strategik harus memiliki horizon waktu setidaknya selama lima tahun atau kurang jika sekiranya industri masih baru, volatile dan belum pasti.

Merumuskan visi strategik berarti memastikan strategic path yang akan dilalui perusahaan dimasa yang akan datang. Pertanyaan-pertanyaan ini perlu  dijawab dengan logis agar perusahaan dapat merumuskan strategic path-nya dengan tepat:

  1. Perubahan apa yang terjadi dalam pasar dimana perusahaan beroperasi? apa implikasinya terhadap arah yang akan dituju perusahaan.
  2. Apa perubahan atau pergeseran kebutuhan pelanggan yang perlu direspon?
  3. Apa perubahan segmen pasar yang harus menjadi fokus konsentrasi perusahaan?
  4. Apa pasar geografis atau pasar produk yang harus dijangkau
  5. Bisnis perusahaan harus menjadi seperti apa lima tahun yang akan datang
  6. Jenis perusahaan yang bagaimana yang harus diwujudkan?

Merumuskan visi strategik juga merupakan tantangan entrepreneurial karena manajemen harus berpikir kreatif tentang bagaimana menyiapkan perusahaan untuk masa yang akan datang.

Mengkomunikasikan Visi Strategik

Suatu visi strategik harus menyatakan sebuah kebutuhan akan upaya yang besar, sehingga pekerja akan lebih melihat pekerjaan mereka sebagai “membangun sebuah gedung yang megah” ketimbang sekedar “menata batu bata”.  Visi strategik yang diartikulasikan dengan baik akan menciptakan antusiasme terhadap langkah-langkah yang telah dijabarkan oleh manajemen dan menuntut keterlibatan anggota organisasi. Pemimpin perusahaan harus berupaya agar visi strategiknya dipahami secara meluas dan menumbuhkan komitmen seluruh staf untuk mencapainya sesuai dengan area tanggung jawab dan wewenang mereka masing-masing.